KP: Perjalanan, Sitoluama-Medan
Seiring dengan lambaian para anak 06, 07, dan juga beberapa dosen termasuk Ibu Direktur, Ibu Inggriani Liem, Mobil pariwisata yang mengangkut pada mahasiswa KP bergerak meninggalkan kampus Del. Aku yang kebagian tempat duduk di bagian belakang mobil besar itu, dapat melihat bagaimana suasana mobil dengan leluasa, karena aku duduk di bangku paling belakang di bagian tengah. Di sebelah kiri ada Dedirahman, dan Febrin. Di kanan ada Bang guru dan Andry.
Seperti yang diduga, sebahagian besar mahasiswa memilih untuk tidur di mobil empuk tersebut. Tak sedikit yang langsung meler. Namun sebagian lagi ada yang asyik dengan hp-nya. Yah, mungkin lagi sms-an dengan someone atau sometwo atau lebih, yang mengetahui keberangkatan mereka. Mungkin dengan orang tua, ngasih tau kalo dah berangkat dari Del. Tapi kalo dipikir-pikir, lucu juga jam segitu sms-an ama orang rumah. So? Ya mungkin dengan lain jenis sekedar bilangkan ‘aku berangkat dulu ya, C U’. Hehehe, akh, mending ga usah dipikirin, jadi lain-lain hasil pemikirannya
Trus ada juga yang mencoba menggilakkan suasana, you know lah siapa, ga jauh-jauh dari hendro dan eben. Cuma itu ga bertahan lama. Mereka malah meler juga pas mobil belum lagi lewat parapat [kalo ga salah]. Hmm, jadilah suasana hening nan damai sentosa. Apalagi si sopir santai pulak bawa mobilnya, ya uwes lah, semuanya tidur dengan damai, but not going to rest in peace
(more…)
KP: Pemberangkatan
KP [Kerja Praktek] dimulai sejak tanggal 23 kemarin, tepatnya hari senin. Jadinya, kita musti berangkat hari sabtu, agar bisa beres-beres hari minggunya. Beres-beres maksudnya, cari tempat tinggal bagi yang harus nge-kost, trus cari lokasi perusahaannya, angkot ke sana dari penginapan, dan lain sebagainya. Karena aku KP di Batam, so rute perjalannya adalah Sitoluama [Laguboti] – Medan – Batam
Keberangkatan dari kampus del dijadwalkan pukul 04.00 subuh, wow… gila kan?!! Tapi itu udah menjadi tradisi pemberangkatan mahasiswa yang akan melaksanakan KP. Akunya malah tidur pas jam 01.00, soalnya harus nge-pack barang, trus ‘perpisahan’ dengan anak aspa [asrama putra] 05. Tau ga gimana anak aspa 05 ngebuat perpisahan? Kalo anak sma perpisahan dengan coret-coret baju, anak aspa 05 perpisahan dengan coret-coret sprey kasur. Yah, that`s Angkolit, GOKIL!
Di sprey-nya, kita naruh tanda tangan, nama, nomor hp, alamat blog [kalo ada], dan gambar-gambar lucu bagi yang expert dalam menggambar. Akunya cuma naruh tanda tangan, nama, nomor hp, dan alamat blog ini. Karena semua pengen buat sesuatu yang unik, so aku tuliskan namaku dengan unik juga. Ya, aku tulis namaku di sprey mereka dengan huruf Arab. That`s very cool, meskipun aku ga pintar nulis dengan huruf Arab. (more…)
The moment on 22 Mei 2008 , Bakar Ikan di OT
Karena kita tidak jadi bakar ikan pada the moment sebelumnya, sesuai kesepakatan maka kita ngumpul di OT sehabis bersih2 (mandi-red).
Setelah perlengkapan tambahan seperti arang dan seng (secara kita harus make seng untuk bakar2 di OT) terkumpul, maka acara bakar-bakar dimulai. Yang bertindak sebagai ketua acara yakni novella si wonder woman dan bonar alias boker (bonar keren).
Pada saat mereka berdua sibuk bakar ikannya, yang lainnya ikut grup nyanyi sebagai penghibur. Karena andri yang gitarin, otomatis lagunya adalah lagu-lagu batak. Ditemani juga sama elisabeth alias agnes monicanya anak C05.
Sementara aksi bakar2
, belum selesai, rupanya andri kehabisan koleksi lagu batak. Makanya dia coba nyanyiin lagu Indo. Dan karena lagu Indo yang dinyanyiin, jadinya anak2 yang sedari tadi bisanya diam aja, sekarang ikutan nyanyi dan menjadi yang paling ribut, apalagi si irma tuh
Akhirnya kita sampe di lagu plesetannya goyang dombret versi anak C05. Dimulai dari: (more…)
The moment on 22 Mei 2008 , Road to Sampuran
Ini x pertama anak C angkatan 2005 PI-Del melakukan jalan-jalan bersama dengan dosen wali. Jalan-jalan ini direncanakan secara mepet karena waktu kita sudah tidak ada lagi yang free, alias waktu kita selama beberapa bulan ke depan telah dipenuhi dengan plan berkaitan dengan akademik seperti KP (Kerja Praktek) dan TA (Tugas Akhir).
Seperti pada postingan sebelumnya, kita weekend ke air terjun sampuran. Kita start dari depan kampus Del sekitar pukul 09.30 WIB. Dengan membayar Rp. 400.000 rupiah untuk dua mobil, jadilah kita berangkat dengan membawa ikan mujahir sebanyak kurang lebih 8 Kg, tikar, parang, arang, bumbu ikan (untuk manggang ikut mujahir), panggangan ikan dan yang lainnya.
Karena kita harus jalan kaki menuju air terjun tersebut, jadinya mobil yang kita carter bisanya sampe kampung yang paling ujung yakni kampung Bonan Dolok. Selebihnya kita jalan kaki melewati persawahan dan sungai. Start di area persawahan yang kering, kita disambut dengan suara monyet hutan (orang kampung itu bilang namanya ibbo). Cuman kita ga ngeliat monyet tersebut, cuma suaranya aja yang ribut dan bersahut-sahutan.
Pas di area persawahan aktif yang ditanami padi, aku nanya bapak-bapak di situ. Karena kulihat bapak tersebut dah agak tua, jadinya aku panggil oppung (kakek – red).
Aku: Horas oppung!
Bapak yang tadi: Horas, lao tudia hamu?
Aku: lao tu sampuran do oppung. Ai suara ni aha di tahe oppung?
Bapak yang tadi: Suara ni ibbo di. Paboahon na lao logo ni ari manang na ari udan
Aku: Oooo, ai sian on do tahe dalan oppung?
Bapak yang tadi: Boi sian i, boi sian habbirangon
Aku: Alai nga hera golap sian habbirangi ate oppung
Bapak yang tadi: Ido, ba sian i ma hamu. Dung i mangiamun ma hamu annnon
Aku: Ooooo. *ga tau lagi mo bilang apa*
Bapak yang tadi: Marga aha do tahe hamu?
Aku: Samosir do au oppung. Molo oppung marga aha tahe?
Bapak yang tadi: Simangunsong do au, akka simangunsong do di huta on
Aku: Molo songoni, lao majo hami da oppung
Bapak yang tadi: Olo, dalani hamu ma
Aku: Muliate oppung *hehehe, cem menyembah nenek moyang aja*



1 comment