alisyah`s blog

The moment on 22 Mei 2008 , Bakar Ikan di OT

Posted in Angkolit by alisyah on May 29, 2008

Karena kita tidak jadi bakar ikan pada the moment sebelumnya, sesuai kesepakatan maka kita ngumpul di OT sehabis bersih2 (mandi-red).

Setelah perlengkapan tambahan seperti arang dan seng (secara kita harus make seng untuk bakar2 di OT) terkumpul, maka acara bakar-bakar dimulai. Yang bertindak sebagai ketua acara yakni novella si wonder woman dan bonar alias boker (bonar keren).

Pada saat mereka berdua sibuk bakar ikannya, yang lainnya ikut grup nyanyi sebagai penghibur. Karena andri yang gitarin, otomatis lagunya adalah lagu-lagu batak. Ditemani juga sama elisabeth alias agnes monicanya anak C05.

Sementara aksi bakar2 :) , belum selesai, rupanya andri kehabisan koleksi lagu batak. Makanya dia coba nyanyiin lagu Indo. Dan karena lagu Indo yang dinyanyiin, jadinya anak2 yang sedari tadi bisanya diam aja, sekarang ikutan nyanyi dan menjadi yang paling ribut, apalagi si irma tuh :)

Akhirnya kita sampe di lagu plesetannya goyang dombret versi anak C05. Dimulai dari: (more…)

The moment on 22 Mei 2008 , Road to Sampuran

Posted in Angkolit by alisyah on May 26, 2008

Ini x pertama anak C angkatan 2005 PI-Del melakukan jalan-jalan bersama dengan dosen wali. Jalan-jalan ini direncanakan secara mepet karena waktu kita sudah tidak ada lagi yang free, alias waktu kita selama beberapa bulan ke depan telah dipenuhi dengan plan berkaitan dengan akademik seperti KP (Kerja Praktek) dan TA (Tugas Akhir).

Seperti pada postingan sebelumnya, kita weekend ke air terjun sampuran. Kita start dari depan kampus Del sekitar pukul 09.30 WIB. Dengan membayar Rp. 400.000 rupiah untuk dua mobil, jadilah kita berangkat dengan membawa ikan mujahir sebanyak kurang lebih 8 Kg, tikar, parang, arang, bumbu ikan (untuk manggang ikut mujahir), panggangan ikan dan yang lainnya.

Karena kita harus jalan kaki menuju air terjun tersebut, jadinya mobil yang kita carter bisanya sampe kampung yang paling ujung yakni kampung Bonan Dolok. Selebihnya kita jalan kaki melewati persawahan dan sungai. Start di area persawahan yang kering, kita disambut dengan suara monyet hutan (orang kampung itu bilang namanya ibbo). Cuman kita ga ngeliat monyet tersebut, cuma suaranya aja yang ribut dan bersahut-sahutan.

Pas di area persawahan aktif yang ditanami padi, aku nanya bapak-bapak di situ. Karena kulihat bapak tersebut dah agak tua, jadinya aku panggil oppung (kakek – red).

Aku: Horas oppung!
Bapak yang tadi: Horas, lao tudia hamu?
Aku: lao tu sampuran do oppung. Ai suara ni aha di tahe oppung?
Bapak yang tadi: Suara ni ibbo di. Paboahon na lao logo ni ari manang na ari udan
Aku: Oooo, ai sian on do tahe dalan oppung?
Bapak yang tadi: Boi sian i, boi sian habbirangon
Aku: Alai nga hera golap sian habbirangi ate oppung
Bapak yang tadi: Ido, ba sian i ma hamu. Dung i mangiamun ma hamu annnon
Aku: Ooooo. *ga tau lagi mo bilang apa*
Bapak yang tadi: Marga aha do tahe hamu?
Aku: Samosir do au oppung. Molo oppung marga aha tahe?
Bapak yang tadi: Simangunsong do au, akka simangunsong do di huta on
Aku: Molo songoni, lao majo hami da oppung
Bapak yang tadi: Olo, dalani hamu ma
Aku: Muliate oppung *hehehe, cem menyembah nenek moyang aja*

(more…)