Transjakarta, atau yang sering disebut busway, memprioritaskan kursinya untuk ibu hamil, lansia, yang membawa anak-anak, dan yang berkebutuhan khusus. Jika tidak ada kursi yang kosong, petugas di pintu akan meminta penumpang lain untuk memberikan kursi pada penumpang yang termasuk dalam empat kategori tadi. Sayangnya, tidak semua pintu ada petugasnya.
Kemarin dan tadi pagi ada penumpang, tepatnya Ibu hamil, masuk dari pintu yang tanpa petugas penjaga. Selain hamilnya belum besar (belum begitu kelihatan lagi hamil), si Ibu juga bawa 2-3 tas yang menutupi perutnya (kalau di bis, tas biasanya disandang ke depan). Karenanya, penumpang yang lagi duduk “cuek” aja.
Sampai lewat beberapa halte, si Ibu tetap diam. Sampai kemudian ada cewek yang nanyain apakah lagi hamil, barulah si Ibu “ngaku”. Ibu hamil tersebut pun diberi tempat duduk.
Jadi buat para Ibu/wanita hamil, terutama yang hamilnya belum kelihatan secara fisik, coba beraniin ngomong ke penumpang yang duduk. Atau dengan cara lain ngomongnya ke petugas yang jaga di pintu. Jadi masuknya dari pintu yang ada petugas penjaga. Pintu paling depan selalu ada petugas penjaganya. Dan kalau armadanya gandeng, pintu paling belakang juga ada petugas penjaganya. Jadi jangan “jaim-jaim” ya Bu




Wah, betul sekali itu. Berbicaralah, Bu.
saya salut lo dengan anak-anak muda yang rela memberikan kursinya dengan orang yang lebih membutuhkan
Kalo di inggris, gak perlu pake sekuriti gituan, kalo ada ibu hamil, ibu bawa anak2, diliatin dari spion mobilnya (kan gede tuh) kalo dia gak duduk, bus nya ga jalan2…. Inisiatip aja
@Raffaell
Kalo bawa anak2, biasanya langsung ada yg ngasih mas. Kalo wanita hamil, yang hamilnya (perutnya) udah kelihatan secara fisik, juga pasti langsung ada yg ngasih. Masalahnya nih kalo hamilnya belum begitu kelihatan, jadinya gak dikasih tempat duduk.
Btw kalo di TransJ kayaknya spion mobilnya gak ngaruh, soalnya kan penuh (berdesak-desakan). Gak akan kelihatan apakah di antara yg berdiri ada wanita hamil atau nggak.