Masyarakat saat ini, utamanya kawula muda (termasuk usia 40-an tahun), sama sekali tidak merindukan surga dan juga tidak takut neraka. Menurut ustadnya, yang menyampaikan khutbah, hal ini karena pemahaman masyarakat akan surga dan neraka sangat minim. Sabda Rasul:
Di dunia ini, aku adalah yang paling bertakwa kepada Allah SWT. Karena aku yang paling mengenal Allah, paling mengetahui azab neraka, dan paling mengetahui kenikmatan surga. Seandainya kamu mengetahui apa yang kuketahui, niscaya kamu akan lebih sedikit tertawa.
Karena Rasul mengetahui betapa sakitnya siksaan api neraka, dan betapa nikmatnya yang dijanjikan surga, maka Rasul melaksanakan semua yang diperintahkan oleh Allah, dan menjauhi segala larangannya. Semata-mata karena itu, bukan karena status kenabiannya.
Ustadnya juga mengatakan, masyarakat berbondong-bondong ke konser Justin Bieber meskipun tempatnya jauh di Sentul dan menghabiskan duit jutaan rupiah. Rela antri tiket bola meskipun memakan korban. Masyarakat rela melakukan hal-hal tersebut karena itulah kenikmatan dunia. Permasalahannya adalah bagaimana meyakinkan diri bahwa kenikmatan surga pasti melebihi kenikmatan konser Justin Bieber, melebihi kenikmatan nonton bola. Kalau kita bisa meyakinkan diri kita akan hal tersebut, insya Allah kita akan menjadi pribadi yang lebih baik.
Tulisan ini merupakan intisari khutbah Jum’at siang tadi. Semoga bermanfaat
Khutbah Jum’at, 6 Mei 2011
Masjid Assahara
Komplek Kantor Walikota Administrasi Jakarta Barat
Kembangan, Jakarta Barat




hihihi .. cocok jadi pa ustad ‘modern’