Review: Karyawan Harus Nabung biar Makmur…!
Pernah dengar kan (atau anda sendiri juga bilang iya) bahwa untuk menjadi orang kaya harus berprofesi sebagai pengusaha. Terserah mau jadi pengusaha apa, yang penting pasti jadi pengusaha. Karena kalau tidak jadi pengusaha, keuangan kita bergantung sama usaha orang lain.
Hm, tapi Safir Senduk bilang, ga musti jadi pengusaha biar jadi kaya eh jadi makmur, hehehe… Kita yang sebagai karyawan juga bisa jadi makmur. Tapi tergantung personalnya juga, makmur menurut saya belum tentu makmur bagi anda. Tapi tidak dapat dipungkiri kalau punya duit, besar atau kecil pasti berpengaruh dengan kemakmuran yang kita maksud. Setuju?
Meskipun sebagai karyawan yang keuangan bulanannya tergantung terhadap tempat bekerja, ternyata tetap bisa memiliki uang untuk memenuhi standar kemakmuran yang kita buat sendiri. Dari Safir Senduk, ada 5 kiat praktis menabung dan berinvestasi bagi karyawan.
1. Tetapkan Tujuan Keuangan di Masa Depan
Kita harus menetapkan tujuan keuangan kita di masa depan. Misal untuk beli motor, rumah, wisata ke bali, uang kuliah anak-anak dan lain-lain. Dengan demikian, maka kita memiliki alasan dan tujuan kenapa kita menabung. Tapi menurut saya, yang non-karyawan (pengusaha) juga harus melakukan hal yang sama
2. Menabunglah Secara Bulanan
Dengan menabung secara bulanan, maka kita dapat memprediksikan kapan tujuan keuangan kita paling lama akan tercapai. Yang penting adalah rutinitasnya, bukan jumlah yang ditabung. Artinya, lebih baik menabung Rp. 100.000,- setiap bulannya ketimbang Rp. 500.000 tetapi sekali 5 bulan (sama aja toh? hehehe…), maksudnya ketimbang bulan ini nabung tapi 5 atau sampe 7 bulan kedepannya tidak nabung lagi (more…)
Review: Sang Pemimpi
Sang Pemimpi menceritakan kisah para pemimpi mulai dari masa sekolah sampai dengan kuliah. Diwakili tiga tokoh pemimpi yakni aku (penulis), Arai dan Jimbron.
Penulis (Andrea Hirata) merupakan anak kuli miskin yang sehari-hari bekerja sebagai kuli ngambat -pengangkat ikan- di dareahnya. Selain dia, juga ada Arai -sampai mampit, anak yatim piatu yang merupakan sepupu jauh penulis yang tinggal dipungut keluarga penulis-, dan Jimbron si pengidap penyakit kuda.
Kepala sekolah sekaligus guru kelas mereka sangat pintar membawakan profesinya, sehingga ketiga tokoh tersebut menjadi para pemimpi. Walaupun mereka dikategorikan keluarga miskin, namun mereka tetap optimis dapat meraih mimpinya yakni kuliah di Prancis dan mengelilingi benua Eropa hingga Afrika.
Untuk mewujudkan mimpi itu, ketiga tokoh menabung dari hasil sebagai kuli ngambat. Alhasil, Jimbron merelakan kedua tabungannya yang berbentuk kuda untuk diberikan kepada dua sahabat terbaiknya -Penulis dan Arai- sebagai bekal merantau ke Jakarta. Penulis dan Arai berhasil mencapai Jakarta melalui tumpangan gratis kapal pengangkut hewan, dengan konsekuensi harus mencuci dan memasak di kapal tersebut. Keberangkatan mereka berdua dibarengi dengan tantangan ibu guru, Ibu Muslimah, yakni untuk tidak pulang sebelum sarjana.
Ternyata kehidupan di Jakarta seperti sengsara membawa berkah bagi mereka. Awalnya mereka berdua harus bersusah payah bekerja kesana-kemari untuk bertahan hidup. Penulis yang akhirnya diterima bekerja di kantor pos harus berpisah dengan Arai yang selanjutnya berangkat ke Kalimantan untuk mencari kerja. (more…)
First Day Working
Hari ini adalah hari pertama kerja alias first day working. Cool… itulah kata pertama yang keluar dari mulut setelah memasuki lokasi kantor PT Inforsys Indonesia. Semalam pas kita nyampe di bandara, rupanya udah ada supir dari inforsys yang jemput. Behg, asyik nai puang =)
Kemudian dibawa ke kantor dan selanjutnya ketemu dan ngobrol dengan Pak Ghani, direktur inforsys. Tak banyak yang diomongin, dan intinya adalah selamat bergabung. Mendengar kata itu, aku gemetaran seketika. Mungkin akunya belum siap untuk bergabung dengan programmer .NET di perusahaan ini.
Dengan mencoba untuk tetap santai, akhirnya aku dan josua tiba juga di kantor inforsys pada pukul 7.30-an. Karyawan yang udah ada masih sedikit. Sembari menunggu instruksi dari siapa saja yang rela memberi instruksi (karena kita newbie, jadi harus menunggu instruksi), Josua baca sang pemimpi dan aku membaca edensor, yang mana kedua buku tersebut adalah karya Andrea Hirata (more…)



