-alisyah`s blog-

Kehidupan Batam: Pangkas Rambut

Posted in daily life by alisyah on July 9, 2008

Pangkas RambutHari Minggu kemarin, 06-07-08 (oops, unik kan?) kami memutuskan untuk pangkas rambut. Sebetulnya kita sudah mau pangkas rambut sejak dua hari yang lalu, tapi pas kita ke tempat pangkasnya, katanya mereka lagi off karena listrik juga off. Emang ga bisa secara manual pake gunting? I dunno lah, staff tukang pangkasnya aja ga keliatan. Kita taunya kalo usaha jasa tersebut off yaitu dari bapak-bapak yang duduk-duduk di depan tempat pangkas rambut itu.

Banyak keunikan yang belum pernah kulihat sebelumnya saat pangkas rambut kemarin. Ga tau apakah yang kubilang sebagai keunikan itu merupakan habit atau cuma kebetulan aja. Ok, mari kita simak keunikan-keunikan tersebut. (Kalo anda membaca bacaan ini sampe selesai, sebaiknya anda memutuskan apakah itu sebagai keunikan juga atau tidak bagi anda)

Pertama: Tempat Pangkasnya
Setiba di tempat pangkas tersebut, aku merasa aneh dengan ruangan yang luasnya sekitar 3×2 meter tersebut. Lumrahnya, benda yang paling umum ditemukan di tempat pangkas adalah cermin. Biasanya, cermin digantung di dua sisi, yaitu dibagian depan dan belakang korban pemangkasan rambut. Namun beberapa tempat pangkas ada yang cuma menggantungkan cermin di satu sisi, dan umumnya tempat pangkas tersebut adalah masih kecil atau dalam tahap perkembangan. Tapi tempat pangkas yang dikasih nama Junaidi itu dipasangi 3 sisi, yakni depan, belakang dan juga sebelah kiri. Ternyata cermin yang di sebelah kiri difungsikan sebagai board harga tarif layanan, yang dibuat dari sticker berwarna hijau dan berukuran besar.

Kemudian, tempat yang memiliki empat kursi tersebut memiliki benda semacam termos makanan yang biasa ditemukan di Del. Aku sangat tidak tau apakah itu isinya nasi ato yang lain. Tapi ga mungkin lah nasi. Akupun ga begitu peduli akan isi benda tersebut. Kira-kira apa ya?

Kedua: Staff karyawan :)
Staff karyawan di Tukang Pangkas Junaidi tersebut cowok semua (hehehe, wajar!). Yang menurutku unik adalah uniform mereka. Beberapa tempat pangkas memang telah mewajibkan karyawannya untuk menggunakan dinas. Karyawan di Junaidi Pangkas ini, mereka menggunakan kemeja warna putih. Pertama aku kira itu kebetulan aja, cuma kalo dipikir-pikir lagi, ga mungkin 4 orang kebetulan menggunakan jenis baju dan warna yang sama. Dan… pas aku selesai pangkas rambut, mataku secara tak sengaja mengarah ke tempat pangkas di seberang jalan. Rupanya staff karyawan di tempat pangkas yang noname itu juga menggunakan kemeja berwarna putih.

Jadi ada dua kemungkinan, pertama kedua tempat pangkas tersebut memiliki kerjasama legal dan mewajibkan staff karyawannya menggunakan dinas yakni kemeja warna putih. Kedua, mereka tidak ada kerjasama, tapi kemeja warna putih memang sudah menjadi standar pakaian para tukang pangkas di Batam. Okelah, besok-besok aku mau liat2 ke tempat pangkas lainnya, apakah mereka juga menggunakan kemeja putih atau tidak. Ato ada kemungkinan lain?

Ketiga: Korban Pangkas
Pertama sori kalo aku nyebutnya dengan korban pangkas, soalnya aku ga tau apa nama yang cocok menggantikannya. Setiba kita (ceritanya kita mau pangkas rame-rame, massal) di tempat pangkas tersebut, ternyata sudah banyak yang antri. Uniknya, ada juga cewek yang duduk di waiting room itu. Pertama lihat, pikirku mereka pasti mamak-mamak yang lagi nungguin anaknya. Tapi kulihat-lihat, ternyata ga ada anak-anak yang duduk di kursi panas. Semua udah pada kumisan semua. So? Ternyata cewek-cewek tersebut pada nungguin suaminya. Oops, istrinya yang baik atau suaminya yang cemen? Pertama bisa aja istrinya yang baik, tapi di lain sisi, jangan-jangan suaminya yang cemen ga bisa ditinggal istri. Atau,, jangan-jangan si suami tersebut ga bisa dipercaya, manatau si istri takut suaminya main serong. Soalnya cewek kan bertaburan di Batam ini. Katanya, cowok bisa hidup hanya dengan macarin cewek aja. Gilak kan?

Keempat: Pelayanan Jasa
Junaidi Pangkas tersebut rupanya dual fungsi. Selain sebagai penyedia jasa pangkas rambut cowok, pada board tarif layanan tertulis layanan reflexiology. Oops, meteor apa itu? Pertama ngeliat hal itu aku dah langsung bingung. Kalo diterjemahkan secara kasar, reflexiology itu kan semacam recovery tenaga. Akh, entah apa dan bagaimanapun itu. Hmm, ini layanan dibedakan dengan pangkas rambut atau ga? Terakhir, layanan ini diberikan sesaat setelah selesai pangkas rambut. Bagian kepala dan bahu kita dikusuk-kusuk kurang dari15 menit. Nikmatlah, lomo-lomo ni pandampol do :)

Kelima: Tarif Pangkas
Tarif layanan yang tertera di board pengumuman adalah tarif pangkas dewasa Rp. 12.000,-, anak-anak Rp. 8.000, cukur Rp. 5.000,- dan reflexiology Rp. 5.000/15 menit. Gilak kan? Pangkas rambut aja musti bayar Rp. 12.000,-, padahal kami makan ayam penyet cuma diminta Rp. 10.000. Kalo musti ngeluarin Rp. 12.000, itu berarti sudah bisa makan ayam penyet trus nambah dua kali.

Itulah keunikan yang kulihat di tempat pangkas tersebut. Meskipun tarifnya tinggi, tapi aku puas( begh, cem layanan porno aja). Mereka mangkasnya bersih, cuma sedikit potongan rambut yang nempel di kepala. Soalnya mereka membersihkan kepala kita dengan handuk kecil yang telah direndamkan ke air sebelumnya. Setelah dibersihkan dengan handuk kecil, kemudian rambut kita dikasih minyak rambut nomerk trus disisir rapi. Dan pas bagian kepala dikusuk, mereka nyemprotin sesuatu yang aku ga tau apa namanya. Tapi yang jelas, lambat laun setelah dikusuk, bagian kepala yang disemprotin minyak nyong-nyong itupun perlahan terasa panas. Ada yang bilang, yang disemprotin itu adalah menthol, sayangnya aku ga tau menthol itu apa dan bagaimana wujudnya. Untung wajah kita juga dibersihkan dengan handuk kecil yang basah, jadi rasa yang panas tadi mulai hilang. Pokoknya puas lah mangkas di sana. Mau? :)

14 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. itikkecil said, on July 9, 2008 at 10:10 am

    bukannya rata-rata tukang pangkas pake seragam putih?

  2. Jontri Pakpahan said, on July 9, 2008 at 10:15 am

    bahen ma disi pra…
    pola marpangkas rambut..gondrong ma bahen…sona diida Paksi inon…

  3. thegands said, on July 10, 2008 at 2:46 am

    Pangkas gaya apa bro?

  4. alisyah said, on July 10, 2008 at 9:37 am

    @itikkecil
    iya ya? aku baru kali ini ngeliat kek gitu

    @jontri
    kemarin itu katanya bu Inge mau keliling pra nengok anak-anak KP, rupanya ga nyampe ke Batam

    @thegands
    ga tau bro gaya apa sekarang kepalaku ini, yang pasti makin keren lah (-narsis mode on-)

  5. thegands said, on July 10, 2008 at 10:09 am

    @alisyah:
    ceileee.. dah berapa cewek kau todong bro?

  6. det said, on July 11, 2008 at 2:04 am

    ada bonusnya gak kalo pangkas di sana? kalo di surabaya, tukang pangkas dari madura selalu memberi bonus pijatan di kepala yang membuat terasa sangat nyaman :mrgreen:

  7. aphitoojuddy said, on July 11, 2008 at 6:19 am

    ah, kalo emang “dipuaskan” kaw bang, ngapaen rugi bayar 12rebu?? hahahahaaaa…. *kaburrr*

  8. duan said, on July 11, 2008 at 11:21 am

    woi pada ngomongin apa sich ga ngerti?,,,heheh

  9. bonar said, on July 11, 2008 at 4:50 pm

    weitss, langsung dibikin jadi gravatar ya pra abis pangkas rambut? :mrgreen:

  10. torasham said, on July 15, 2008 at 10:04 am

    mahaaal……
    kalo tukang pangkas, tarif segitu, mahal…

  11. alisyah said, on July 16, 2008 at 3:25 am

    @thegands
    cewek? ga terhitung lagi bro :)

    @det
    di sana dipijat juga, dikasih menthol lagi

    @aphitoojuddy
    hehehe, macam layanan porno aja, ‘dipuaskan’

    @duan
    ini bro, lagi ngomongin mau buka usaha pangkas rambut. mau ikut nanam saham ga? (T_T)

    @bonar
    gak lah pra, yang gravatar itukan masih panjang rambut aku

    @torasham
    ia, cuma mau gimana lagi. makanya sekarang kita mau buka usaha sendiri ;)

  12. t4hugor3ng said, on August 20, 2008 at 9:30 am

    1) Biaya segitu mah murah banget dibanding Jakarta lae ! Di Jakarta yg kelas barber shop biasa aja dah 10 ribu, itu yg ada di terminal2 bus.. Gak tau d kalo yg di perkampungan. Kalo di ruko (spt cerita lae), minimal kudu 40 ribu dah termasuk tips.

    2) Di Jakarta juga semua tempat gunting rambut pasti ada reflexology. Biaya reflexology biasanya sekitar 20-30 ribu / 60 sampai 90 menit.

    3) W sendiri bulan depan baru akan tugas ke Batam, kalo w liat di data ini: http://www.pajak.net/blog/peraturan/ump2008.pdf
    Truz ditambah ma cerita lae, ternyata memang benar kalo biaya hidup di Jakarta tetap lebih tinggi dari Batam… Cuma memang perbedaan apling menyolok, di pulau Jawa mah banyak warteg yg harga 3000 bisa kenyang, tapi di Batam gak (mungkin belum) ada….

    Pizzz…..

  13. edoy said, on April 4, 2009 at 5:42 pm

    di medan ada tuh t4 pgks kyk gt, ktnya sih konsepnya barber shop, tp gue ga tw paan tu. emg sih br buka, tp lengkp bner plynnya.. hrganya jg mrh ga nympe 10, kl ga slh chukoer nm t4nya di jln menteng raya, mren gw plg maen futsal pangkas, yg anehya siap pgks ga ada rambut yg nempel! ktna sih pke alat khsus.. mantap bner dah, kl smpt coba ndiri pst4 ketagihan.

  14. dimas said, on April 11, 2009 at 12:38 am

    iya tu q jg pernah ptg rambut di sana yg di menteng raya kan?? sip, klo gak salah namanya chukoer the true funky barbershop, murah cuma 8 ribu perak. klo gak salah di jogja ada jg tu namanya sama persis mgkin cabangnnya kali di jl. glagahsari jogja


Leave a Reply