PCA o5
Setelah dinyatakan lulus psikotest dan telah mendaftar ulang, akhirnya aku datang ke del ini (tentunya diantar sama orang tua) pada tanggal 22 Agustus 2005. Pertama setelah tiba di parkiran, beberapa panitia PCA langsung menghampiri kami. Salah seorang yang paling kuingat yaitu bang Alex Juda. Soalnya pas aku turun dari mobil, dia langsung mengangkat tas yang kubawa. Terus sepanjang jalan menuju Del1 (tas dititip disana) dia menanyai aku. Apakah aku agama Islam? Dan beberapa pertanyaan lain yang menyangkut agama Islam juga. Terus kutanya juga kenapa dia menanyai aku tentang Islam kenapa tidak Kristen? Terus katanya karena dia liat ibu ku (dan juga namboru, saudara Bapak) mengenakan jilbab.
Setelah menyimpan tas di Del1, akhirnya aku disuruh menunggu di Entrance Hall. Aku ga tau kenapa aku disuruh disana. Saat itu Entrance Hall lagi padat juga karena sebagian teman-teman yang cadangan sedang daftar ulang. Yang aku liat disitu ialah si Cindy sama Ellsa.
Sekitar jam 11, akhirnya bang Swandi (panitia PCA juga) membawa aku ke asrama putra. Di sana sudah banyak kawan-kawan yang kepalanya sudah pada botak. Terus aku dipangkas juga (tapi ga tau lagi siapa yang mangkas). Setelah itu semuanya dikumpulin di sana, di suruh kurve kamar mandi.
Kegiatan selanjutnya adalah makan siang. Karena aku sendiri yang Muslim, aku dibawa sama bang Topsan (panitia PCA juga) ke ojolali. Sebagian teman yang agama Kristen juga ikut makan disana. Pas kita mau keluar, anak-anak PCA disuruh lari-lari macam orang gila (karena kepalanya udah ntah kek mana-mana).
Setelah makan siang, kita ngangkat barang dari Del1 ke asrama. Anak aspa 05 ada di lantai 2 lorong A. Yang kuingat, di sebelahnya (lantai 2 lorong B) ada anak 03 dan sebagian anak 02. Terus di lantai pertama ada anak 04 dan sebagian anak 03. Di asrama, penghuni masing-masing kamar sudah dibagi. Namaku ada di kamar 10 (tapi ga tau siapa kawanku).
Pas kita berempat sudah di kamar, kita langsung ambil lemari masing-masing. Yang paling kuingat disitu ialah, salah satu dari kami berempat ada yang bilang gini:
Kita ga ada yang agama Islam kan?
Terus karena teman yang dua lagi cuma diam aja sambil beres-beresin barangnya, jadinya aku juga yang jawab. “Ga ada”, jawabku. Tapi sebetulnya sudah ada perasaan aneh. Kenapa dia nanya kek gitu? Emang dia ga bisa berkawan sama yang agama Islam? Sampe sekarang aku ga tau jawabannya kenapa dia bertanya kek gitu. Ga mungkin aku tanya sama orangnya, meskipun masih ada di Del ini. Dan hal itu berulang lagi setelah kami tingkat III. But it`s okay, different pond different fish.
Setelah aku mendapat pertanyaan aneh tadi, aku mulai merasa asing di sini. Untung pas malam harinya, pembagian kamar diganti lagi. It means, jadinya aku ga sekamar lagi sama penanya tadi. Dan sampe sekarang aku memang ga pernah sekamar sama dia. Pernah hampir sekamar lagi sama dia, tapi ga jadi karena …….. Kalo aku fair-fair aja siapapun sekamarku, asal ma dang mandoit
Hari pertama tidur di asrama, aku susah tidur. Waktu itu aku bawa jam tangan, kulihat rupanya sudah jam setengah dua. Dan aku belum bisa juga tidur, perasaanku kemarin itu gerah. Mungkin karena capek lari-lari, terus mandinya juga ga bersih. Kita mandi 3 orang per kamar trus waktunya ga lebih dari 5 menit. Aku pernah mandi tanpa sabunan, masuk kamar mandi tapi cuma cuci muka sama kepala. Soalnya takut x kena bentak-bentak.
Pernah juga aku permisi Sholat sama salah seorang panitia PCA o5. Aku cuma dikasih waktu 10 menit. Bah, mana sempat 10 menit. Dari lapangan hijau ke asrama aja dah berapa menit. Buka goni, kaleng-kaleng, kompeng, ngambil air wudhu terus masangin assesoris itu lagi.
Yang lebih lucu lagi pas acara anak 03 di open theatre. Semua anak PCA berdiri menyesuaikan bentuk bundaran di tengah-tengah OT dengan jarak tertentu satu sama lain. Terus semuanya disuruh tutup mata. Tiba-tiba aja langsung terdengar suara bentak-bentak dari anak 03. Cowok cewek sama aja suarnya, lantang dan kejam. Tidak lama kemudian, terdengar suara tangis. Ngeri x disitu. Ada yang bilang mentel, sok sakit trus jelek-jelek ajapun. Trus ada yang bilang ada anak pca tipe narkoba (nampak kol*r bangga). Ngeri x lah dunia ini waktu itu
Tiba-tiba aja ada yang nyuruh aku untuk buka mata. Rupanya dia anak 03, cewek, pendek, putih dan pake kacamata. Terakhir aku tau namanya Kak Ika Rasidina Daya (sekarang ada adeknya di del ini, anak 07). Kakak itu nanya aku siapa nama direktur PI-Del. “Bapak Saswidina Sasmojo, kak”, jawabku. Langsung aja aku dibentak-bentak. Trus dipanggil juga anak 03 yang lainnya, kalo ga salah kak Inovasi Sari sama kak cheesy (siapa ya nama sebetulnya? ntar lah ku cek di akademik). Habis lah aku dibentak-bentak. Badan kakak itu aja yang mungil, tapi suaranya galak dan melengking. Sialllllllllllllllllllllllllll……………………
Yang aku ingat lagi. Pernah aku minta ijin Sholat dari salah seorang panitia PCA, bang Frengky Sinaga. Dia malah nyuruh aku jalan kaki aja, jangan lari nanti sakit kau katanya (kebetulan itu baru habis makan siang). Trus kutanya, kalo ada yang nyuruh aku lari kek mana? Jadinya dia ngasih bad namanya samaku. Bilang aja, aku disuruh jalan kaki aja sama abang ini. Tunjukkan bad namanya, kata abang itu. Wah,, koq bisa beda panitia yang satu ini?
Terus pernah ada acara istirahat setelah makan siang di Entrance. Namanya aja acara istirahat. Tapi kita malah ditarik satu-satu sama senior. Aku ditarik sama bang Ruben Manik (04). Aku ditanyai mulai dari nama, alamat sampe dengan kenapa tidak ikut SPMB. Pas ditanyai kenapa tidak ikut SPMB, kubilang aja ga yakin menang (jawaban yang asal-asalan aja). Bukannya ditanyai kenapa tidak yakin menang, aku malah dibentak-bentak. “Kek manalah kau mau hidup di Del ini? Anak Del itu harus optimis, harus yakin”, katanya. Ia lah, pikirku. Akupun mangguk-mangguk aja. Kalo bukan karena baru selesai makan siang, kurasa aku dah disuruh push-up.
Pas jam malam di asrama, kita disuruh buat resume. Waktu itu aku belum tau apa arti resume, apalagi mau ngerjainnya. Pas mau nanya teman apa artinya, aku malah ditarik ke kamar sama bang Swandi. Trus ditanyai dari mana. Dia juga nyuruh aku nyari nama-nama senior yang berasal dari Tobasa. Kebetulan bang Swandi dari Laguboti dan aku dari Balige. Yang dikasih tau sama abang itu baru satu orang, verawati situmorang (03) dari SMA2 Balige dan orangtuanya juga di Balige.
Oia, namaku pas PCA kemarin itu si view. Itu nama baru ga ya? Ga tau lagi aku, dah lupa. Soalnya sering juga aku dikerjai sama senior. Ada yang ngaku itu namanya, tapi kata senior yang lain salah, si itunya. Jadinya ga jelas siapa yang make nama view anak 04.
Sehabis PCA sampe dengan matrikulasi, wajah dan kulit kepalaku gosong. Sebagian teman ada yang sudah mulai terkelupas kulit kepalanya. Pas matrikulasi, ada dosen yang bahkan jadinya menertawai kita, dikiranya kita menikmati semua ini. Begitu seterusnya berlanjut hingga pas pengukuhan mahasiswa baru Politeknik Informatika Del angkatan 2005.
Kalo pas PCA semua itu terasa sangat menyiksa, kalo diingat sekarang kayaknya indah sekali dan aku pengen ikut PCA lagi


