alisyah`s blog

Selamat Hari Demokrasi

Posted in Myself by alisyah on April 16, 2008

Pemilihan gubernur sumut berlangsung hari ini. Tertera 5 pasang gambar calon gubernur dan wakil di kertas suara. Tapi aku memilih untuk tidak ikut memilih. Karena ada hal lain yang lebih demokrasi, yang bisa aku jalani di hari ini. Terserah anda mau bilang kalau saya tidaklah seorang warga negara yang baik.

bebas melakukan apapun sejauh yang dilakukan tidak menyinggung apalagi melukai perasaan orang lain.

Tidak ada rencana sebelumnya, semua serba tiba-tiba. Aku memilih ikut ke rumah Josua. Pemikiranku ikut ke sana, cuma 1. Biar aku tidak membusuk tidur atau bermalas-malas di asrama. Pagi tadi jadinya kita berangkat berempat, Julius dan Bonar. Pemikiranku dengan julius sama, ketimbang bosan di asrama. Sementara bonar pengen browsing di warnet porsea.

Jadinya kita cuma bertiga ke rumah josua, karena bonar udah kita antar ke warnet. Kita tartig alias tarik tiga ke rumahnya naik kereta. Sepanjang jalan ke rumahnya, terdapat banyak sekali tps. Oia, rupanya hari ini hari demokrasi bagi masyarakat SUMUT. Selamat memilih ya :)

Ternyata di samping rumah josua ada tps juga. Kelihatannya ga rame. Apa jumlah pemilih yang cuma segitu aja atau jumlah tps terlalu banyak? Atauu, masyarakat malas memilih,,, ga taulah….. Tapi yang aku lihat, banyak sekali tps di kampung ini. Bahkan jaraknya ada yang kurang dari 10 meter. Gila…. apa untungnya? Padahal ‘penghuni’ tps itu jauh lebih sedikit dari jumlah pengunjung warung kopi terdekat dengan tps tersebut. Tapi itulah itu, namanya juga demokrasi :)

Awalnya josua malas juga milih. Tapi pas ortunya tau josua tidak milih, ortunya bilang kek gini.
“Na so adong do kesetiaanmu tu negara on?” (yang ga adanya kesetiaanmu sama negara tercinta ini?). Wadoh, kok jadi aku yang kena? :(

Kita menuju porsea setelah si jousa milih. Katanya dia milih semua calon tersebut. Mungkin semuanya sama-sama berbobot. Semoga aja semuanya juga menang :)

Sampe di porsea, kita menuju warnet. Kebetulan josua juga ada kerjaan, akhir-akhir ini dia banyak berkecimpung dengan dokumen-dokumen PNS. Tapi aku belum tau apa jabatannya di arsip kepegawaian negara tercinta ini. Terakhir kita bosan juga di warnet tersebut, karena ga ada kerjaan. Jadinya kita walking-walking ke onan (pajak-red) porsea. Di sana kita keliling-keliling sambil makan gorengan yang harganya gope per biji. Di pajak ada lagi tps, dua malah. Lagi-lagi jaraknya dekat, ngesot pun pasti nyampe. Lagi-lagi karena demokrasi.

Sehabis itu kita balik ke warnet. Sesaat kemudian bonar selesai browsingnya. Trus josua ngajak jalan-jalan. Pertama dia ngusulin ke inalum (PT Indonesia Asahan Aluminium), tapi ke sana butuh 2 jam sekali jalan. Jadinya kita ke TPL (Toba Pulp Lestari) aja, karena julius belum pernah ke sana. Asyikkkkk………… tapi bonar dah kelaparan, kek mana ini?

Jadinya kita berangkat setelah bonar kita antar ke warnet eh warnas (apa tu?? warung nasi :) ). Di tengah perjalanan rupanya gerimis. Tapi kita lanjut aja. Pertama kita mau keliling-2 di kompleks perumahannya aja, tapi jadinya kita ke tempat penampungan limbah pabriknya. Di sana ada dua semacam bendungan yang sangat besar dan terisi dengan limbah berwarna coklat. Ufffff, bauuu. Sementara hujan makin deras, kita ketemu warung dan singgah di sana.

Selama terjebak hujan selama lebih dari 1 jam, aku coba untuk iseng sama anak orang. Aku ngirim sms yang isinya kek gini.
“Bisa telepon aku sekarang ga? Aku lagi di kantor polisi. Polisi punya semua bukti untuk nahan aku di poltabes. Masa aku ditahan gara-gara aku cool, itukan bukan salahku. hehehe… :) “.
Hahaha, aku 3 dari beberapa sms yang kukirim langsung nelpon aku. Ada yang nanyain kenapa aku ditahan. Ada yang ngaku kalo tadi sudah sempat jantungan. Dan beberapa lainnya ada sms yang bilang aku narsis dan lainnya. Tapi itulah demokrasi, yang penting mereka tidak sampe mati dan aku tidak sakit hati dibilang narsis. Hari ini memang hari demokrasi di sumut.

Setelah hujannya agak reda, kita jalan lagi. Ceritanya kita langsung ke rumah josua aja, ga mungkin lagi keliling-keliling. Hujan datang lagi, dan semakin deras. Sampe di rumah josua, kita sudah basah kuyup. Terus kita dikasih garam sama josua, katanya biar ga sakit karena barusan kena hujan. Setauku kita mandi aja biar ga sakit kalo baru kena hujan. Tapi si kawan ngasih tau ilmu lainnya, makasih la cess. Di sana kita nyantai-nyantai. Baru sekitar setengah lima sore kita bergerak balik menuju kampus.

Sampe di asrama, kainku yang tadinya kuyup ternyata sudah kering. Terus aku juga sesak bo*er, sekalian lah aku mandi. Sehabis mandi aku tidur, dan terbangun jam 6.50. Capek x badanku padahal bukan aku yang bawa kereta. Dan sekarang badanku masih pegal, kayaknya bakalan mau sakit. Mungkin karena aku makan garam dan mandi pulak. Dua ‘obat’ kucoba, jadi hasilnya malah sakit bukannya sembuh. Tapi gapapalah semuanya demi demokrasi. Selamat hari demokrasi!

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. syahrizalpulungan said, on April 19, 2008 at 12:02 pm

    kok enggak diupdate bang


Leave a Reply