July 16, 2008
Batam, 15 Juli 2008
Posted by alisyah under daily life | Tags: 21, ATM, ATM BNI, batam, Batam Lucky Plaza, Batu Besar, es teler 77, Mandiri, Nagoya Hill, Nasi Goreng Gila, sosro, WANTED |[11] Comments
Semalam ada cerita gilak dari kita anak KP [Kerja Praktek] di PT. Citra Tubindo. Seperti biasa, semalam kita pulang ngantor sekitar pukul 17.20, dan tanpa menunggu lama, kita diantar sama Pak supir dengan menggunakan mobil perusahaan. Sekitar pukul 17.35, akhirnya kita tiba di areal perumahan Citra Mas - Batu Besar, Batam. Setelah di rumah, kita berencana mau makan nasi goreng gila yang agak jauh dari kompleks perumahan Citra Mas. Tapi pas di perjalanan menuju restoran yang menjual nasi goreng gila tersebut, entah kenapa dan bagaimana bisa, tiba-tiba ada usul kalo kita makan ke Nagoya aja. Well, kita berempat setuju dan jadilah kita menuju Nagoya Hill.
Setelah panas duduk di mobil, akhirnya kita tiba juga di Nagoya Hill. Tanpa banyak komentar, kita setuju langsung nyari tempat makan. Eits, aku ngambil duit dulu ya, soalnya ga bawa duit dari rumah
. Pas di ATM BNI yang di Nagoya Hill, kartu ATM ku di-reject terus sama mesinnya. Katanya kartuku ga diproses gitu, trus mesinnya minta agar kartu ATM ditarik dan dimasukkan kembali. Hal tersebut berulang sampai sekitar 6 x, sebelum akhirnya berhasil juga. Hehehe……, ada juga buah kesabaran. Kira-kira itu kenapa ya? Apa karena ATM ku adalah ATM Mandiri? Sepertinya tidak, karena hari Jumat 11-07-08, aku melakukan pengambilan uang di mesin ATM yang sama dan tanpa ada gangguan. Akh, whatever lah itu, yang penting aku bisa ngambil duit.
Karena sudah pada lapar, maka kita nyari tempat makan yang tidak jauh dari mesin ATM. Setelah melihat-lihat, akhirnya jatuh hati pada es teler 77. Kita memilih tempat itu karena kebetulan aja lewat, terus juga lagi sepi jadi kita lebih leluasa memilih tempat yang cocok. Tanpa pikir panjang, terjadi penawaran antara pihak kita dengan staff es teler 77. Hiats hiats, akhirnya kita memesan nasi goreng+teh botol sosro (apapun makanannya, minumnya teh botol sosro) sebanyak 4 porsi. Treteteng…. bill pembayaran menunjukan harga sebesar Rp. 66.000,-. Hmm, standar lah. what? (more…)
Hari Minggu kemarin, 06-07-08 (oops, unik kan?) kami memutuskan untuk pangkas rambut. Sebetulnya kita sudah mau pangkas rambut sejak dua hari yang lalu, tapi pas kita ke tempat pangkasnya, katanya mereka lagi off karena listrik juga off. Emang ga bisa secara manual pake gunting? I dunno lah, staff tukang pangkasnya aja ga keliatan. Kita taunya kalo usaha jasa tersebut off yaitu dari bapak-bapak yang duduk-duduk di depan tempat pangkas rambut itu.
Setelah makan mie gomak, kita pulang dengan membawa seperangkat keperluan makan yaitu cangkir, pisau, piring, cabe, jahe, dkk. Karena kita salah mobil (tapi keknya kita dibodoh-bodohin ama si supir sial itu), jadinya kita turun di depan Panbil Mall yang ada di wilayah Muka Kuning. Karena kita merasa kesasar dan sepertinya butuh pertolongan pertama yang secepatnya, maka kita menghubungi Adrian.
Pertama sekali mau cari makan, yaitu makan malam pada hari pertama di Batam, Sabtu 21Juni 2008, kita mencoba mencari di areal perumahan Citra Mas. Dari hasil penjelajahan, ternyata cuma 1 warung makan di areal perumahan tersebut. Tapi karena warung makan tersebut adalah milik Betawi, dan spanduk berisi list makanannya juga aneh bagi kita, maka kita mencoba mencari di luar areal perumahan tersebut. Hal lain yang membuat kita ogah makan di sana malam itu adalah, mejanya cuma 4 dan semuanya penuh.
Pesawat yang mengangkut mahasiswa KP ke Batam adalah 








