alisyah`s blog

Ilmu Lentera Hati, Selamat Menggali Ilmu Islam

Posted in e-life by alisyah on November 19, 2009

Who are you? Tadi nyasar di sebuah blog anonim, profil owner-nya gajebo alias ga jelas boo. Konten blog-nya didominasi postingan terkait [menurut mereka] pembodohan di-agama Islam. Menurut mereka, betapa bodohnya orang-orang yang memeluk agama Islam. Membaca beberapa postingan, sepertinya yang punya blog baru mengenal Islam dari beberapa sisi seperti poligami; termasuk Nabi Muhammad sebagai tokoh sentral, perang dan sebagainya.

Tidak serta merta mereka bisa disalahkan. Tidak mungkin semua manusia bisa berpikiran yang sama terhadap suatu hal. Mereka [yang punya blog anonim tadi] berpikir betapa bodohnya manusia yang memeluk agama Islam, karena ini dan itu dan sebagainya. Sebaliknya, yang memeluk agama Islam merasa sedih karena mereka tadi belum memperoleh hidayah-Nya. Bingung?, silahkan…

Meskipun udah mutar-mutar di blognya, saya sama sekali gak tertarik untuk meninggalkan komentar. Topik pembicaraannya kurang menarik, kurang nge-klik di hati. Isunya basi. Jaman internet canggih gini masih ada aja yang tertarik dengan isu basi. Jauh lebih menarik membahas ramenya suasana lari pagi di Monas pada hari Minggu, atau ngebahas pergerakan bences-bences di beberapa tempat makan di Sabang, sekitaran Sarinah. Padahal saya termasuk paling takut ngeliat bences-bences, tapi mendingan ngebahas itu ketimbang berbeda pendapat mengenai isu basi. Satu-satunya komen yang aku tinggalkan yakni bahwa mereka pecundang, bisanya hidden profile.

Ya, mereka hidden profile. Di bagian komentar juga aku baca, kalau mau buat situs mereka hosting-nya ke luar negri. Terus ada ngomongin IP address dan lain-lain juga. Tujuannya biar ga ke-detect di Indonesia, dsb. Kasihan, mereka ngerepotin diri sendiri untuk urusan yang gak ada sense-nya. Dengan adanya blog itu, aku yakin mereka juga jadi lebih banyak mempelajari Islam. Mudah-mudahan mereka memperoleh pencerahan dari usaha-usaha mereka menggali berbagai informasi terkait agama Islam.

Note: Aku menggunakan kata mereka karna melihat beberapa komentar yang ada, empunya blog memiliki beberapa teman yang berpikiran sama. Bukan hanya berpikiran sama, tapi juga sama-sama hidden profile juga. Sama sama cemen, menurutku.

Baiknya, dengan menyuarakan apa yang kita pikirkan seiring (more…)

Banyolan di Gosip Panas

Posted in myself by alisyah on November 15, 2009

Batik

Iseng baca-baca history chatting, trus nemu satu ‘thread‘ yang lucu. Pertama, lucu karena lawan bicara banyak ngomong dan diselingi lelucon yang menurunkan harga diri lawan bicaranya. Kedua karena di ‘thread‘ ini ada 3 bahasa; bahasa Batak, Indonesia & Inggris, 90 % dominasi bahasa Batak. Ketiga karena urusannya jadi runyam setelah dikaitkan dengan cewek. Beredar gosip yang gak jelas siapa/dari mana sumbernya, sementara gosipnya udah tersiar kemana-mana. ‘Thread‘ ini sendiri bermula sewaktu avatar di GTalk saya ubah dengan menggunakan gambar di atas, tapi larinya jadi ngebahas gosip panas.

Catatan:
- Mohon maaf buat pembaca yang kurang/tidak mengerti bahasa Batak :-)
- A: Saya sendiri, B: Teman chatting

B: jingar nai batik mi lae…

A: olo laeku
asa songon na mantap dibereng boru sileban i

B: mantap…
hajar terus lae…
alai unang lupa di hita ate lae
unang sude di raprap ho…

A: pittor mangarap-rap do ninna
mullop pe dang

B: ahhh… unang songoni hita lae
sai holanna merendah…

A: dang na merendah
fakta do i laeku
dang adong dope na mullop
monggop sude

B: alana na so bergerak do pe lae attong.
holan mandok “halo” pe lae tu borua i
pittor marlove2 do (more…)

Tagged with:

Ada Berapa Jumlah Gender?

Posted in e-life by alisyah on November 13, 2009

Pernah liat gak bences-bences yang hidupnya ngalong gitu? Pagi ngilang malamnya sibuk goyang. Sejujurnya, aku paling gak bisa berkomunikasi dengan bences-bences malam. Baru ngeliat mereka aja, aku pasti menjauh dengan teratur. Pernah ada pengalaman gak enak dengan bences. Bukan aku yang ngalamin, tapi ngeliat sendiri. Aku ngeliat ada bences ngalangin cowok. Si cowok diraba-raba gitu, seraya didangdutin. Aku yang mau lewat dari jalan dimana si bences dan cowok tadi, langsung takut sendiri, kabur lewat jalur lain. Siapa juga mau digrepe-grepe ama bences :D

Menurutku, bences itu bukan cowok dan bukan cewek. Tapi sifatnya memang mayoritas cewek. Dandannya gak beda dari cewek pada umumnya, berjalan melenggak-lenggok, suara diseksi-seksiin dsb. Kalo mereka bukan cowok dan bukan cewek, berarti ada gender lagi kan. Mungkin gender bences namanya hehe. Di Indonesia kita masih mengenal dua jenis kelamin, pria dan wanita. Gak tau waria udah termasuk jenis kelamin atau belum atau tidak akan sama sekali. Di luar negeri, jenis kelamin lebih bervariasi lagi. Hahaha kayak model kondom hape aja pake bervariasi.

Beberapa hari yang lalu, aku register ke sebuah web. Web-nya kurang lebih sebagai jejaring sosial juga, seperti facebook, twitter, plurk dan yang lain. Tapi web yang satu ini ada bedanya. Ya bedanya di jenis kelamin tadi. Pilihan jenis kelaminnya lebih dari 2, ada belasan. Kalau anda baru tau, berarti kita sama, sama-sama telat update info tentang belasan jenis kelamin ini.

Coba perhatikan pilihan paling bawah pada gambar di atas, None of the Above. Itu artinya masih ada jenis kelamin yang lain. Sepertinya perlu riset sederhana untuk mengetahui berapa jumlah jenis kelamin yang pernah di-claim para penggiat kemanusiaan atau kesehatan mungkin. Sejauh ini, ada berapa gender yang kamu tau dan kamu akui?

Btw silahkan koreksi sejenak, jangan-jangan jenis kelamin anda tidak terdaftar pada gambar di atas haha. Eh, kalo emang gak terdaftar, taro di komen ya. Ntar (more…)

Tagged with:

Human Error kah?

Posted in cogitation, e-life by alisyah on October 19, 2009

Belakangan ini banyak bermunculan situs jejaring sosial, dimulai dari boomingnya friendster yang kemudian tenggelam seiring kehadiran si buku wajah aka facebook. Mungkin udah jadi demand, semakin teknologi berkembang maka bentuk sosialisasi -termasuk medianya- pun harus ikut menyesuaikan. Seiring boomingnya facebook, jejaring sosial karya anak Indonesia juga bermunculan, seperti FunPage dan Koprol.

Suku Batak adalah sebuah suku yang berada di daerah Toba atau Tapanuli, Sumatra Utara. Suku Batak dikenal dengan sistem marga-marga (pemargaan) yang jumlahnya tidak sedikit dan saling terkait. Kalau bisa dibilang, semua suku Batak adalah ‘berkeluarga’, ada ikatan darah jika asal-usul marga dan penomorannya dirunut balik ke atas (ke nomor awal) secara teliti. Berdasarkan pemargaan ini juga masyarakat Batak membentuk pola hidup dalam berinteraksi. Adanya panggilan tulang, amang boru, oppung, dan sebagainya, terkait dengan pemargaan tadi. Efektif memang dalam membentuk budaya yang baik dan tersusun rapi, tapi terkadang malah (sangat) membingungkan. Note: Suku Batak dilengkapi dengan sistem penomoran marga masing-masing, jadi kita bisa merunut siapa-siapa saja nomor yang di atas kita, tentunya orang-orang tersebut adalah keluarga kita.

Kerumitan tersebut mungkin bisa juga dimudahkan dengan adanya teknologi. Kalau pun tidak memudahkan, minimal untuk tetap bisa mempertahankannya sebagai budaya. Adanya komunitas Dongan (Dongan=teman) sangat dinanti dan diharapkan bisa eksis di dunia maya. Saya dan teman pernah berencana membangun sistem yang serupa, namun karena satu dan lain hal, rencana tersebut dibatalkan. Perlu perencanaan yang sangat matang untuk melakukan semua itu. Tapi ya sudahlah, nanti saya dibilang cari-cari alasan atas kegagalan yang saya alami…

Saya sangat yakin komunitas ini dinanti masyarakat Batak. Pun saya sangat senang mengetahui adanya komunitas ini, dengan harapan saya bisa belajar banyak mengenai adat istiadat Batak, saling bertemu sapa dengan sesama suku Batak, menemui uraian-uraian jenis-jenis ulos, prosesi pernikahan (more…)